30 Shares 298 Views

Anak Buah Terjerat Kasus Suap, Ini Sikap Ketua Bawaslu

Feb 26, 2018
30 299

ALS-JAKARTA

Tertangkapnya Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua Panitia Pengawas Pemiliu (Panwaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari Sabtu kemarin dalam operasi tangkap tangan (OTT) dari pihak kepolisian, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat, langsung menjadi terpukul. Pasalnya, ditengah Bawaslu sebagai lembaga pengawas dan penyelenggara proses Pemilu, Pilpres dann Pilkada yang sedang memerangi praktik korupsi justru anak buahnya terjerat kasus korupsi.

Kepada awak media dalam keterangan tertulisnya, Abhan, Ketua Bawaslu Pusat, menyampaikan sangat mengutuk keras kejadian OTT yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut. Tegasnya, dia mengatakan seorang pejabat penyelenggara pemilu apabila sudah mau menerima suap, maka sama saja menciderai demokrasi dan melanggar sumpah jabatannya.

“Oleh karena itulah kami sangat pihak kepolisian bisa membongkar kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut. Karena Bawaslu juga sedang berjuang untuk menciptakan proses Pemilu, Pilpres dan Pilkada yang bebas dari praktik korupsi,” ungkapnya, Jakarta, 26 Februari 2017.

Saat ini, Bawaslu juga sedang melakukan evaluasi dari tingkat pusat sampai daerah terkait kasus yang sedang baru terjadi, agar kejadian itu tak terulang lagi. Untuk sementara ini, Bawaslu juga sudah menghentikan sementara Ketua Panwaslu Garut, sambil menunggu proses hukum yang berjalan.

“Kalau nantinya dalam proses hukum, Ketua Panwaslu terbukti bersalah menerima uang suap, maka sanksi tegasnya adalah pemecatan secara tidak hormat. Bawaslu akan tetap berpihak pada kebenaran yang berpijak pada hukum,” tegasnya.
Selain itu Bawaslu juga sudah mengirim tim khusus ke Garut untuk melalukan super visi terhadap Panwaslu Garut. Kami minta masyarakat bersikap objektif dalam persoalan ini, kita percayakan lembaga penegak hukum negara yang bekerja. Kronologis singkat penangkapan Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut itu bermula ketika pihak kepolisian mencurigai ada transfer rekening beserta pemberian mobil dari pasangan calon bupati Garut dari kalangan calon independen yang dinyatakan gagal maju Pemilihan Bupati (Pilbub) Garut 2018. Kemudian pihak kepolisian melakukan pengembangan investigasi dan akhirnya kedua pejabat penyelenggara Pemilu itu akhirnya tertangkap OTT. (AH)

You may be interested

Ratusan Rumah Terbakar di Batam, Kerugian Miliaran Rupiah
Berita
27 shares139 views

Ratusan Rumah Terbakar di Batam, Kerugian Miliaran Rupiah

REDAKSI - Jul 14, 2018

ALS-BATAM Jika sudah kehendakNya, siapa pun tak boleh menghalangi. Seperti yang terjadi di pulau Batam pada hari ini Sabtu (14/07/2018) pagi tadi. Ratusan…

Martin Hutabarat : Partai Gerindra Jaminannya Menjaga Kerukunan di Indonesia
Berita, SUMUT
5 shares71 views

Martin Hutabarat : Partai Gerindra Jaminannya Menjaga Kerukunan di Indonesia

REDAKSI - Jul 14, 2018

ALS-SUMUT Martin Hutabarat, Anggota DPR RI, melaksanakan kegiatan Sarasehan Kebangsaan bersama kadernya di Nagori Sirube Rube, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/07/2018).…

Hari Ini Martin Hutabarat Adakan Sarasehan Kebangsaan
Berita, SUMUT
13 shares81 views

Hari Ini Martin Hutabarat Adakan Sarasehan Kebangsaan

REDAKSI - Jul 14, 2018

ALS-SIDAMANIK Hari ini akan ada kegiatan sarasehan kebangsaan yang diadakan oleh Martin Hutabarat SH,Anggota DPR RI. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Umum Kecamatan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category