30 Shares 246 Views

Anak Buah Terjerat Kasus Suap, Ini Sikap Ketua Bawaslu

Feb 26, 2018
30 247

ALS-JAKARTA

Tertangkapnya Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua Panitia Pengawas Pemiliu (Panwaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari Sabtu kemarin dalam operasi tangkap tangan (OTT) dari pihak kepolisian, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat, langsung menjadi terpukul. Pasalnya, ditengah Bawaslu sebagai lembaga pengawas dan penyelenggara proses Pemilu, Pilpres dann Pilkada yang sedang memerangi praktik korupsi justru anak buahnya terjerat kasus korupsi.

Kepada awak media dalam keterangan tertulisnya, Abhan, Ketua Bawaslu Pusat, menyampaikan sangat mengutuk keras kejadian OTT yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut. Tegasnya, dia mengatakan seorang pejabat penyelenggara pemilu apabila sudah mau menerima suap, maka sama saja menciderai demokrasi dan melanggar sumpah jabatannya.

“Oleh karena itulah kami sangat pihak kepolisian bisa membongkar kasus dugaan suap terhadap Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut. Karena Bawaslu juga sedang berjuang untuk menciptakan proses Pemilu, Pilpres dan Pilkada yang bebas dari praktik korupsi,” ungkapnya, Jakarta, 26 Februari 2017.

Saat ini, Bawaslu juga sedang melakukan evaluasi dari tingkat pusat sampai daerah terkait kasus yang sedang baru terjadi, agar kejadian itu tak terulang lagi. Untuk sementara ini, Bawaslu juga sudah menghentikan sementara Ketua Panwaslu Garut, sambil menunggu proses hukum yang berjalan.

“Kalau nantinya dalam proses hukum, Ketua Panwaslu terbukti bersalah menerima uang suap, maka sanksi tegasnya adalah pemecatan secara tidak hormat. Bawaslu akan tetap berpihak pada kebenaran yang berpijak pada hukum,” tegasnya.
Selain itu Bawaslu juga sudah mengirim tim khusus ke Garut untuk melalukan super visi terhadap Panwaslu Garut. Kami minta masyarakat bersikap objektif dalam persoalan ini, kita percayakan lembaga penegak hukum negara yang bekerja. Kronologis singkat penangkapan Komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Garut itu bermula ketika pihak kepolisian mencurigai ada transfer rekening beserta pemberian mobil dari pasangan calon bupati Garut dari kalangan calon independen yang dinyatakan gagal maju Pemilihan Bupati (Pilbub) Garut 2018. Kemudian pihak kepolisian melakukan pengembangan investigasi dan akhirnya kedua pejabat penyelenggara Pemilu itu akhirnya tertangkap OTT. (AH)

You may be interested

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja
Berita, Simalungun
0 shares15 views

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-HARANGGAOL Perilaku tidak terpuji ditunjukan Camat Haranggaol kepada Warga Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun l Hal itu Terlihat, saat warga ingin mengurus Surat keterangan…

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas
Berita, Simalungun
0 shares9 views

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-SIMALUNGUN ATAS Pekerja proyek perbaikan jalan (tambal sulam) Jalan Lintas Negara tepatnya di Jalan Simarjarungjung Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara memperjual…

Korban Penyerangan Dijaga Ketat
Berita, Peristiwa
0 shares13 views

Korban Penyerangan Dijaga Ketat

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-JAMBI Meski kondisi dua korban anggota polisi, yakni Aiptu HSP Manalu dan Bripka Sangap Sinambunan sudah mulai sadar akibat penyerangan di Rumah Sakit…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category