7 Shares 460 Views

Anies Baswedan Baru Putuskan UMP Tahun 2018, Buruh Kecewa?

Nov 01, 2017
7 461

ALS|Jakarta

Akhirnya Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, malam mini baru memutuskan besaran upah minimum regional (UMP) DKI Jakarta untuk tahun 2018, di Gedung Balai Kota, Rabu, 01 November 2017.

Kepada awak media, Anies mengatakan bahwa keputusan UMP DKI Jakarta Tahun 2018 memang sudah melalui kajian dan perdebatan yang panjang. Adapun besaran UMP DKI Jakarta Tahun 2018 yang baru diputuskan Anies Baswedan untuk buruh DKI Jakarta sebesar Rp. 3.648.035.

Setelah memutuskan UMP DKI Jakarta tahun 2018. Kepada wartawan, Anies juga menjelaskan bahwa mengatakan UMP DKI Jakarta Tahun 2018 masih  mengacu pada PP No 78 Tahun 2018.

“Keputusan UMP DKI Jakarta Tahun 2018 sudah tepat, karena sudah dilakukan kajian yang mendalam dan menampung semua aspirasi dari buruh dan pengusaha,” ujarnya di Balai Kota, Rabu, 01 November 2017.

Hari Selasa kemarin, ratusan buruh DKI Jakarta melakukan aksi demo di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta. Gabungan serikat buruh itu mendesak Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik menetapkan UMP DKI Jakarta tahun 2018 paling maksimal sebesar 4 juta dan minimal 3,9 juta rupiah.

Buruh yang melakukan aksi demo juga menegaskan rekomendasi UMP yang mereka tuntut, sebelumnya sudah dilakukan survey ke pasar tradisional dan modern sesuai  kriteria 60 komponen dan standar Kelayakan Hidup Layak (KHL). Namun apa daya, nampaknya perjuangan buruh dibawah terik matahari terkait UMP nampaknya belum sesuai keinginan mereka.

Pasalnya, Anies baru memutuskan UMP DKI Jakarta untuk tahun depan masih jauh dari harapan. Pada aksi demo buruh itu, Sandi Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, juga menyempatkan kesibukannya untuk menjumpai buruh. waktu berorasi dihadapan buruh, Sandi berjanji untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh terkait UMP DKI Jakarta.

“Saya minta dukungan doa kepada buruh yang berdemo agar keputusan UMP DKI Jakarta Tahun 2018 tetap berpihak pada buruh,” ujarnya.

Tahun ini, UMP DKI Jakarta 2017 sebesar Rp 3.355.750 dan UMP DKI Jakarta 2018 naik 8,71 persen dari UMP 2017 sesuai besaran kenaikan UMP yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan.

Jauh-jauh hari,  Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI) DKI Jakarta menolak jika Gubernur DKI Jakarta melakukan penetapan UMP DKI Jakarta Tahun 2018 mengacu pada PP No 78 Tahun 2015.

Hal itu disampaikan Sunardi, Ketua Umum KAMIPARHO KSBSI. dia menegaskan penetapan UMP DKI Tahun 2018 tidak boleh merujuk PP No.78 Tahun 2017. Pasalnya, pada sidang PTUN, tanggal 8 Agustus 2017 memutuskan SK Gubernur Jakarta tentang UMP2017 tidak sah.

Berdasarkan PP Pengupahan 78/2015, tidak mengacu pada bukannya survey Komponen Hidup Layak. Artinya, Gubernur DKI Jakarta yang baru sekarang ini harus harus mengeluarkan kebijakan upah baru kepada buruh, berdasarkan survey dan standar KHL. (Andreas Hutagalung)

You may be interested

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja
Berita, Simalungun
0 shares15 views

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-HARANGGAOL Perilaku tidak terpuji ditunjukan Camat Haranggaol kepada Warga Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun l Hal itu Terlihat, saat warga ingin mengurus Surat keterangan…

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas
Berita, Simalungun
0 shares9 views

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-SIMALUNGUN ATAS Pekerja proyek perbaikan jalan (tambal sulam) Jalan Lintas Negara tepatnya di Jalan Simarjarungjung Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara memperjual…

Korban Penyerangan Dijaga Ketat
Berita, Peristiwa
0 shares13 views

Korban Penyerangan Dijaga Ketat

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-JAMBI Meski kondisi dua korban anggota polisi, yakni Aiptu HSP Manalu dan Bripka Sangap Sinambunan sudah mulai sadar akibat penyerangan di Rumah Sakit…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category