11 Shares 738 Views

Demo Kali Ini PT Mecosuprin Grafia Dipaksa Menyerah, Berunding Dengan Serikat Buruh

Feb 12, 2018
11 739

ALS-JAKARTA

Setelah melakukan aksi demo berkai-kali, akhirnya manajemen PT Mecosuprin Grafia dipaksa menyerah dengan aksi demo Federasi Serikat Buruh Nikeuba dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB Nikeuba KSBSI), yang dilakukan hari ini. Aksi demo sebelumnya terus dilakukan dikawasan KBN, Marunda, Jakarta Utara. Karena aksi demo serikat buruh itu tidak didengarkan, akhirnya hari ini, FSB Nikeuba KSBSI melakukan aksi di kantor pusat PT Mecosuprin Grafia, yang beralamat di di Jalan Kayu Putih IV, Blok C, No. 3, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Dalam keterangannya, Bambang Sutapa Yuwana, Ketua DPC FSB Nikeuba DKI Jakarta, menjelaskan bahwa aksi demo buruh hari ini merupakan bagian dari lanjutan menuntut PT Mecosuprin Grafia, agar tidak berbuat semena-mena terhadap buruh.

“Pihak perusahaan sudah berkali-kali menghindar dan tidak mau di ajak berdialog dengan buruh. Padahal PT Mecosuprin Grafia kami nilai sudah banyak melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan terhadap buruh,” tegasnya, Senin, Jakarta, 12 Februari 2018.

Lanjutnya, Bambang membeberkan selama ini buruh yang bekerja di perusahaan itu bukannya membuat sejahtera buruhnya. Namun, fakta yang terjadi, masih banyak buruh yang sudah bekerja 3-6 tahun, tapi status kerjanya masih kontrak.

“Padahal berdasarkan UU Ketenagakerjaan Tahun 2013, bagi yang sudah bekerja di atas 3 sampai 6 tahun, perusahaan wajib mengangkatnya menjadi pegawai tetap,” imbuhnya.

Tak puas dengan status yang terus menerus sebagai buruh kontrak, akhirnya buruh yang bekerja dalam perusahaan itu menuntut ke manajemen perusahaan agar di angkat menjadi permanen sesuai peraturan yang berlaku. Namun tuntutan itu tidak didengarkan.

Kemudian, pihak buruh melayangkan tuntutan perubahan status menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PWKTT) terhadap manajemen perusahaan PT Mecosuprin Grafia. Namun surat pertama itu tidak ada jawaban. Kemudian pihak buruh kembali mengirim surat dalam mekanisme perundingan Bipartit.

“Tapia pa daya, berbagai upaya sudah dijalankan sesuai prosedur, tapi setiap perundingan dialog itu berujung jalan buntu,” pungkasnya.

Tak mau putus asa, buruh yang bekerja dalam perusahaan itu melayangkan surat Bipartit melalui mekanisme ke Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Sudinakertrans) Jakarta Utara. Kemudian pihak Sudinakertrans Jakarta Utara melakukan mediasi dengan membuat sidang mediasi dari tahap pertama, kedua dan ketiga, namun semuanya itu juga tidak ada titik temu.
Pihak Sudinakertrans Jakarta Utara, akhirnya mengeluarkan kebijakan anjuran jika buruh yang bekerja di atas 3 tahun di PT Mecosuprin Grafia dinyatakan menjadi buruh/pekerja tetap /PKWTT. Sialnya, saat menunggu keluarnya keputusan anjuran Sudinakertrans Jakarta Utara, manajemen PT. Mecosuprin Grafia, mengeluarkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Semua pengurus serikat buruh PK FSB KSBSI di perusahaan itu di PHK.
Dia juga menambahkan, buruh yang selama ini bekerja juga masih ada yang mendapat upah tidak layak sesuai keputusan Upah Minimum Provinsi (UMP) Gubernur DKI Jakarta. lalu, perusahaan juga tidak menjalankan kewajiban program BPJS Kesehatan yang seharusnya sudah menjadi hak buruh.

“Untuk itulah akhirnya kami menuntut perusahaan membayar gaji buruh sesuai standar UMP. Kemudian menuntut perusahaan untuk mengangkat status PKWT menjadi PKWTT sesuai anjuran Sudinakertrans Jakarta Utara dan mengikut sertakan buruh menjadi peserta BPJS kesehatan. Terakhir, mendesak memperkerjakan kembal pengurus dan anggota serikat buruh yang di PHK sepihak oleh perusahaan,” ucapnya.

Karena tekanan aksi demo buruh berkali-kali dilakukan, akhirnya, manajemen PT. Mecosuprin Grafia, dipaksa menyerah dan membuka ruang perundingan dengan perwakilan buruh.

“Tadi kami baru diterima Yoedono Gunawan, Direktur PT Mecosuprin Grafia, untuk merundingkan jalan penyelesaian yang terjadi. Dalam perundingan tadi, kami menunut pihak perusahaan pertemuan agar menerima tuntutan buruh. Terutama tuntutan upah layak, kewajiban menjalankan BPJS Kesehatan dan penyelesaian status tenaga kerja dan yang sudah di PHK,” tutupnya. Tanggal 28 ini akan diputuskan tahap penyelesaian oleh pihak perusahaan,” tuturnya. (AH)

You may be interested

Dua Personil Polisi Terluka Diserang OTK
Berita, Nasional
0 shares25 views

Dua Personil Polisi Terluka Diserang OTK

REDAKSI - Mei 22, 2018

ALS-JAMBI Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Marosebo, Jambi diserang oleh seorang tidak dikenal yang membawa senjata tajam pada Selasa (22/5) sekira pukul 14.30 WIB.…

Dianggap Melecehkan, Anggota Dewan Ini Dipukuli 4 Orang
Berita, Hukum
0 shares85 views

Dianggap Melecehkan, Anggota Dewan Ini Dipukuli 4 Orang

REDAKSI - Mei 22, 2018

ALS-KARAWANG Berawal dari postingan meme gambar Habib Rizik Sihab dan Amien Rais yang di sebar oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Karawang dari…

Dua Pelaku Narkoba Diringkus Satres Narkoba Polres Tebing Tinggi
Berita, Tebing Tinggi
0 shares51 views

Dua Pelaku Narkoba Diringkus Satres Narkoba Polres Tebing Tinggi

REDAKSI - Mei 22, 2018

ALS-TEBINGTINGGI Personil Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tebing Tinggi berhasil menangkap dua orang pria, yang diduga merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba dari dua lokasi…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category