39 Shares 517 Views

Dianggap Lakukan Pencurian Dengan Kekerasan, Camat Pangulu dan Warga Dilaporkan Pengusaha Kayu

Mei 05, 2018
39 518

ALS-PONDOK BULU

Pro kontra didalam kasus tangkapan warga atas dugaan terjadinya perambahan ilegal di wilayah Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, kembali memanas. Pasalnya kegiatan tangkapan yang dilakukan oleh warga tersebut dianggap salah sasaran.

Wahyu Franz Saragih, salah seorang korban atas aksi warga yang terjadi pada Kamis 03 Mei 2018 dini hari tersebut, menuturkan bahwa penghadangan, penganiayaan, pengrusakan, dan pencurian atas kendaraan dan tubuh yang dialami mereka ketika melintas adalah murni tindakan pidana yang terorganisir. Akibat kejadian itu Wahyu Franz Saragih melakukan pelaporan kepada pihak Polres Simalungun.

” Saya telah melaporkan kejadian kepada Polres Simalungun. Laporan atas terjadinya tindakan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan secara bersama sama itu ditujukan kepada Camat Dolok Panribuan, Pangulu Pondok Bulu, aparat desa dan beberapa warga,” ucap Wahyu Franz kepada www.akarliputansumut.com, Sabtu (05/05/2018).

Laporan tersebut, sambung Wahyu, bersesuaian dengan Nomor STPL / 5/ V / 2018/ SU / SIMAl, dengan lokasi kejadian di simpang palang.

Menurutnya bahwa kayu yang mereka bawa saat melintas tersebut bukanlah berasal dari wilayah hutan melainkan dari lokasi milik mereka pribadi yaitu berasal dari Desa Sitahoan, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipanganbolon.

Namun sayangnya, walau bukan diwilayah kuasa kecamatan ataupun desanya pihak Kecamatan, dan perangkat desa bersama sama dengan masyarakat malah melakukan tindakan anarkis dengan mengambat mobil dan truk mereka.

Bukan hanya menghambat bahkan para pelaku juga melakukan pencurian, pengrusakan serta penganiayaan secara bersama sama.

Diceritakannya pada saat kejadian yang saat itu mereka (para korban) mengemudikan satu unit truk cold diesel BK 8565 WA bermuatan kayu, mobil minibus jenis Avansa Veloz BK115 LO dan mobil jenis Triton. Pada simpang palang dihentikan oleh warga.

Terjadi perdebatan mulut dilokasi tersebut. Sehingga akhirnya truk berhasil dihambat sementara dua mobil lainnya berhasil melarikan diri setelah sebelumnya penngrusakan terhadap mobil dilakukan.

” Malam itu ada saya kenal yang teriak, Dongan Silalahi. Dia kata jangan lari Simarmata. Aku terus melaju, ” ungkap Wahyu.

Kemudian, sambung Wahyu, terjadi kejar kejaran antara dirinya dengan warga. ” Ada yang ngejar truk dengan avansa BK 1966. Kami kejar kejaran sekitar 4 Km. Lalu ada tunggul kayu yang dibuat juga sebagai penghadang dijalan. Namun saya elakkan. Dan berlindung ke Mapolsek Dolok Panribuan,” ujar Wahyu.

Diceritakan olehnya kembali, sesampai di Mapolsek, Ia menunggu dan mobil belum ada yang nongol. Tak lama berselang datang sopir dengan luka luka. Sementara truk di berada di hutan diklat.

Lalu salah satu personil polisi menyarankan Wahyu untuk meminggirkan mobil truk karena dianggap truk melintang di tengah jalan. Dan sampai disana terlihat keadaan truk batre hilang, ban hilang serta keadaan mobil hancur.

30 menit kemudian massa datang kembali dengan membawa benda benda tajam.

” Mereka lihat saya. Datang Dongan Silalahi berkata serbu, matikan dia” ujar simarmata dan itu dihadapan Polisi.

” Mau lari ada yang tarik kerah baju dan saat itulah hilang rantai emas saya,” ungkapnya.

Lari kelokasi hutan dan tidak dibantu personil polisi, dimalam itu sambung ceritanya, dua jam berada di hutan, Ia kembali lagi kelokasi dan melihat mobil truk serta Tri Ton sudah tidak ada lagi.

Sementara itu dikejadian, selain Wahyu Saragih Simarmata juga ada Carles Siahaan, Rahmad Nainggolan dan Keneddy Butar Butar yang menjadi korban.

Lain dengan kisahnya Wahyu yang berhasil melarikan diri hingga ke Mapolsek, lain pula kisah Charles Siahaan yang dihadang dan tidak sempat melarikan diri.

Carles bercerita, terhadang didalam mobil truk, ada sekitar 10 orang yang menggiring truk dan dirinya menuju kantor Pangulu. Ketika mau pergi dari giringan itu, baru terjadi pemukulan dan pelemparan / pengrusakan terhadap truk.

” Kejadian pemukulan didepan kantor Pangulu. Sebelum datang bantuan saat kejadian, sempat terjadi penyandraan kepada kami,” ujar dirinya.

Sambungnya lagi, dikejadian itu karena takutnya melihat warga dan pukulan pukulan yang dialami. Ia bersama rekannya nekat melompat kedalam jurang.

” Kami dipukuli, saya sampai lompat kejurang,” ucapnya. (D1)

You may be interested

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja
Berita, Simalungun
0 shares15 views

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-HARANGGAOL Perilaku tidak terpuji ditunjukan Camat Haranggaol kepada Warga Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun l Hal itu Terlihat, saat warga ingin mengurus Surat keterangan…

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas
Berita, Simalungun
0 shares9 views

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-SIMALUNGUN ATAS Pekerja proyek perbaikan jalan (tambal sulam) Jalan Lintas Negara tepatnya di Jalan Simarjarungjung Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara memperjual…

Korban Penyerangan Dijaga Ketat
Berita, Peristiwa
0 shares13 views

Korban Penyerangan Dijaga Ketat

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-JAMBI Meski kondisi dua korban anggota polisi, yakni Aiptu HSP Manalu dan Bripka Sangap Sinambunan sudah mulai sadar akibat penyerangan di Rumah Sakit…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category