121 Shares 1199 Views

Dijanjikan Rp 4,4 M, Uang Satu Kardus Disita, KPK Tetapkan Bupati Batubara Tersangka

Sep 14, 2017
121 1200

ALS | Jakarta – KPK menggelar konfrensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Batubara di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017) petang.

Dua pimpinan KPK Alexander Marwata dan Basaria Pandjaitan hadir dengan memberikan kronologi OTT yang dilakukan KPK, Rabu (13/9/2017) siang kemarin di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Dalam keterangannya, Alexander Marwata mengatakan, dalam OTT itu ada 8 orang yang ditangkap.

Delapan orang tersebut adalah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Batubara Helman Herdadi, dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar serta Sujendi Tarsono (swasta, pemilik diler mobil di Medan).

Sementara tiga lainnya berinisial MAS, KHA, MNR merupakan sopir istri dari bupati dan kontraktor.

Dari delapan orang yang dibawa tersebut, KPK akhirnya resmi menetapkan 5 tersangka, yakni Bupati OK Arya, Helman Herdadi, Sujendi Tarsono dan Syaiful Azhar, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Dari hasil penyidikan, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain tersangka penerima suap terkait sejumlah fee pada dinas di Pemerintah Kabupaten Batubara. Bupati, Sujendi Tarsono dan Helman Herdadi diduga bersama-sama sebagai pihak yang menerima suap,

Sementara Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar ditetapkan penyidik sebagai tersangka pemberi suap.

Menurut Alex, penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK melakukan gelar perkara dan menemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi. Diduga telah terjadi suap terkait pembangunan infrastruktur pada Pemkab Batubata tahun anggaran 2017.

Dugaan korupsi ini terungkap pada saat KPK melakukan OTT pada Rabu (13/9/2017). Pada saat penangkapan, tim KPK menemukan bukti uang sebesar Rp 346 juta dalam kardus Indomie. Namun diduga ada total fee sebesar Rp 4,4 miliar terkait hal tersebut.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, OK Arya, Sujendi, dan Helman disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Maringan dan Syaiful disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ded]

Sumber : edisimedan.com

Editor : Gunawan Purba

You may be interested

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja
Berita, Simalungun
0 shares15 views

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-HARANGGAOL Perilaku tidak terpuji ditunjukan Camat Haranggaol kepada Warga Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun l Hal itu Terlihat, saat warga ingin mengurus Surat keterangan…

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas
Berita, Simalungun
0 shares9 views

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-SIMALUNGUN ATAS Pekerja proyek perbaikan jalan (tambal sulam) Jalan Lintas Negara tepatnya di Jalan Simarjarungjung Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara memperjual…

Korban Penyerangan Dijaga Ketat
Berita, Peristiwa
0 shares13 views

Korban Penyerangan Dijaga Ketat

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-JAMBI Meski kondisi dua korban anggota polisi, yakni Aiptu HSP Manalu dan Bripka Sangap Sinambunan sudah mulai sadar akibat penyerangan di Rumah Sakit…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category