121 Shares 1267 Views

Dijanjikan Rp 4,4 M, Uang Satu Kardus Disita, KPK Tetapkan Bupati Batubara Tersangka

Sep 14, 2017
121 1268

ALS | Jakarta – KPK menggelar konfrensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Batubara di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017) petang.

Dua pimpinan KPK Alexander Marwata dan Basaria Pandjaitan hadir dengan memberikan kronologi OTT yang dilakukan KPK, Rabu (13/9/2017) siang kemarin di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Dalam keterangannya, Alexander Marwata mengatakan, dalam OTT itu ada 8 orang yang ditangkap.

Delapan orang tersebut adalah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Batubara Helman Herdadi, dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar serta Sujendi Tarsono (swasta, pemilik diler mobil di Medan).

Sementara tiga lainnya berinisial MAS, KHA, MNR merupakan sopir istri dari bupati dan kontraktor.

Dari delapan orang yang dibawa tersebut, KPK akhirnya resmi menetapkan 5 tersangka, yakni Bupati OK Arya, Helman Herdadi, Sujendi Tarsono dan Syaiful Azhar, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Dari hasil penyidikan, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain tersangka penerima suap terkait sejumlah fee pada dinas di Pemerintah Kabupaten Batubara. Bupati, Sujendi Tarsono dan Helman Herdadi diduga bersama-sama sebagai pihak yang menerima suap,

Sementara Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar ditetapkan penyidik sebagai tersangka pemberi suap.

Menurut Alex, penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK melakukan gelar perkara dan menemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi. Diduga telah terjadi suap terkait pembangunan infrastruktur pada Pemkab Batubata tahun anggaran 2017.

Dugaan korupsi ini terungkap pada saat KPK melakukan OTT pada Rabu (13/9/2017). Pada saat penangkapan, tim KPK menemukan bukti uang sebesar Rp 346 juta dalam kardus Indomie. Namun diduga ada total fee sebesar Rp 4,4 miliar terkait hal tersebut.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, OK Arya, Sujendi, dan Helman disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Maringan dan Syaiful disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ded]

Sumber : edisimedan.com

Editor : Gunawan Purba

You may be interested

Ratusan Rumah Terbakar di Batam, Kerugian Miliaran Rupiah
Berita
27 shares139 views

Ratusan Rumah Terbakar di Batam, Kerugian Miliaran Rupiah

REDAKSI - Jul 14, 2018

ALS-BATAM Jika sudah kehendakNya, siapa pun tak boleh menghalangi. Seperti yang terjadi di pulau Batam pada hari ini Sabtu (14/07/2018) pagi tadi. Ratusan…

Martin Hutabarat : Partai Gerindra Jaminannya Menjaga Kerukunan di Indonesia
Berita, SUMUT
5 shares71 views

Martin Hutabarat : Partai Gerindra Jaminannya Menjaga Kerukunan di Indonesia

REDAKSI - Jul 14, 2018

ALS-SUMUT Martin Hutabarat, Anggota DPR RI, melaksanakan kegiatan Sarasehan Kebangsaan bersama kadernya di Nagori Sirube Rube, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/07/2018).…

Hari Ini Martin Hutabarat Adakan Sarasehan Kebangsaan
Berita, SUMUT
13 shares81 views

Hari Ini Martin Hutabarat Adakan Sarasehan Kebangsaan

REDAKSI - Jul 14, 2018

ALS-SIDAMANIK Hari ini akan ada kegiatan sarasehan kebangsaan yang diadakan oleh Martin Hutabarat SH,Anggota DPR RI. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Umum Kecamatan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category