131 Shares 884 Views

FSB Nikeuba KSBSI : Hari Senin, Kami Geruduk Kantor Pusat PT Mecosupirin Grafia

Feb 11, 2018
131 885

ALS-JAKARTA

Ratusan buruh yang mengatasnamakan FSB Nikeuba-KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), rencananya hari Senin, 12 Februari 2018 akan kembali melakukan aksi unjuk rasa ke PT Mecosuprin Grafia. Sebelumnya, aksi unjuk rasa itu sudah beberapa kali dilakukan dikawasan KBN, Marunda, Jakarta Utara. Namun aksi kali ini, ratusan massa FSB Nikeuba-KSBSI, akan langsung menggeruduk kantor pusat PT Mecosuprin Grafia, di Jalan Kayu Putih IV, Blok C, No. 3, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan awak media, Bambang Sutapa Yuwana, Ketua DPC FSB Nikeuba DKI Jakarta mengatakan aksi akan terus dilakukan, sampai pihak perusahaan menerima tuntutan hak-hak buruh. Lanjutnya, aksi demo sudah dilakukan berapa kali di PT Mecosuprin Grafia, dikawasan KBN, Marunda Jakarta Utara.

“Namun kelihatannya pihak manajemen perusahaan terkesan membandel, tak mau mendengar tuntutan buruh. Padahal, perusahaan PT Mecosuprin Grafia, sudah jelas bertahun-tahun melanggar peraturan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003,” bebernya, Jakarta, Minggu, 11 Februari 2018.

Dia juga menjelaskan, PT Mecosuprin Grafia, dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dibidang percetakan security Smartcard. Perusahaan tersebut juga pernah memproduksi kartu perdana perusahaan nasional. Seperti kartu Telkomsel, Indosat, Three dan pernah memproduksi E-KTP, serta kartu smartcard lainnya.

“Kami nilai perusahaan itu cukup mempunyai prestasi, namun untuk mensejahterakan buruhnya kami nilai masih jauh dari harapan,” tandasnya.
Kronologisnya, awal perselisihan buruh dengan pihak manajemen perusahan bermula ketika banyak status buruh yang sudah bekerja lebih dari 3-6 tahun dalam perusahaan itu statusnya tidak jelas. Bahkan ada sebagian ada buruh yang masih status kontrak tanpa jeda. Tak menerima dengan perlakuan status tersebut, akhirnya pihak buruh melayangkan tuntutan perubahan status menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PWKTT) terhadap manajemen perusahaan PT Mecosuprin Grafia.

“Namun surat pertama itu tidak ada jawaban. Kemudian kami kembali mengirim surat dalam mekanisme perundingan Bipartit. Namun sayangnya, hasil perundingan dialog itu tidak ada titik temu,” ujarnya.

Tak lama kemudian, aktivis FSB Nikeuba KSBSI yang bekerja di perusahaan kembali mengirim surat Bipartit melalui mekanisme ke Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Sudinakertrans) Jakarta Utara. Akhirnya, pihak Sudinakertrans Jakarta Utara, melakukan mediasi dengan membuat sidang mediasi dari tahap pertama, kedua dan ketiga, namun rupanya tidak ada titik temu.

“Akhirnya kabar gembira pun diterima oleh pihak buruh. Berdasarkan keputusan Sudinakertrans Jakarta Utara, akhirnya mengeluarkankebijakan anjuran jika buruh yang bekerja di atas 3 tahun di PT Mecosuprin Grafia dinyatakan menjadi buruh/pekerja tetap /PKWTT. Namun apesnya, disaat menunggu keluarnya keputusan anjuran Sudinakertrans Jakarta Utara, pihak manajemen PT. Mecosuprin Grafia, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
Hampir semua pengurus serikat buruh PK FSB KSBSI di perusahaan itu di PHK. Bagi kami, PT. Mecosuprin Grafia juga sudah melakukan praktik pemberangusan serikat buruh (union busting),” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, selama ini buruh yang bekerja juga masih ada yang mendapat upah tidak layak sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP), sesuai keputusan Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, perusahaan juga tidak melaksanakan tanggung jawabnya dalam menjalankan BPJS Kesehatan yang seharusnya sudah menjadi hak dari pekerja dan sudah diatur dalam Undang- Undang No 24 tahun 2011 tentang Jaminan Sosial.
Adapun tuntutan demo dan mogok kerja yang dilakukan FSB Nikeuba KSBSI adalah mendesak pihak perusahaan membayar gaji buruh sesuai standar UMP. Kemudian menuntut perusahaan untuk mengangkat status PKWT menjadi PKWTT sesuai anjuran Sudinakertrans Jakarta Utara dan mengikut sertakan buruh menjadi peserta BPJS kesehatan. Terakhir, mendesak memperkerjakan kembal pengurus dan anggota serikat buruh yang di PHK sepihak oleh perusahaan. (AH)

You may be interested

Wewujudkan TNI AD Bebas Dari Narkoba, Korem 022/PT Melaksanakan Test Urine
Berita, SUMUT
0 shares5 views

Wewujudkan TNI AD Bebas Dari Narkoba, Korem 022/PT Melaksanakan Test Urine

REDAKSI - Agu 15, 2018

ALS-SIANTAR Sebanyak 50 orang anggota Korem 022/PT  melaksanakan tes urine di Makorem 022/PT Jalan Asahan Km 3,5 Pematangsiantar. Kegiatan tes urine ini langsung…

Tak Kunjung Dikerjakan, Warga Hutabayu Merasa Kecewa
Berita, Simalungun
0 shares21 views

Tak Kunjung Dikerjakan, Warga Hutabayu Merasa Kecewa

REDAKSI - Agu 15, 2018

ALS-HUTABAYU Proyek pembangunan peningkatan jalan Hutabayu Raja terkesan di telantarkan. Hal itu dikatakan puluhan orang warga Hutabayu Raja pada www.akarliputan sumut com, pada…

Diwarnai Aksi Kejar Kejaran, Polsek Lahusa Polres Nisel Berhasil Sita 700 Liter Tuak Suling
Berita, SUMUT
0 shares25 views

Diwarnai Aksi Kejar Kejaran, Polsek Lahusa Polres Nisel Berhasil Sita 700 Liter Tuak Suling

REDAKSI - Agu 15, 2018

ALS-NISEL Petugas Kepolisian Sektor Lahusa Polres Nias Selatan Sumatera Utara, menggagalkan peredaran minuman keras jenis tuak suling sebanyak 700 liter yang berasal dari…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category