17 Shares 250 Views

Gegara Chating, Dimas Disuruh Jilat Sepatu dan Dipukuli

Jul 11, 2018
17 251

ALS-BALI

Telah terjadi pemukulan yang diindikasi diduga dilakukan oleh tiga orang oknum anggota Dalmas Ditsabara Polda Bali terhadap salah seorang warga, Gede Dimas Purwadipa.

Informasi diterima, Rabu (11/07/2018) menyebutkan, kasus dugaan penganiayaan terhadap korban penduduk Jalan Gunung Guntur Perumahan Taman Soka No.11-B Denpasar Barat, yang diduga dilakukan oleh tiga Oknum Anggota Dalmas Ditsabhara Polda Bali. an:
Kronologis kejadian, berawal korban berkomunikasi/ _chating_ lewat Medsos _Line_ dengan seorang wanita bernama LINDA ;

Dalam chatingan antara Korban dengan Linda berjanji untuk jalan-jalan dengan syarat Korban menjemput Linda di kostnya jln. Tegal Jaya Dalung (sebelah TK Tegal Jaya) ;

Setibanya korban didepan kost Linfa dan pada saat menunggu Linda, tiba-tiba datang oknum berpakaian Dinas lengkap menghampiri korban.

Kemudian menanyakan “Kamu yang ngechat pacar saya Linda.” Dan saat itu dijawab Korban iya serta meminta maaf, namun salah seorang anggota langsung memukul pipi dan menendang kearah tubuh korban secara berulangkali.

Setelah korban dalam kondisi luka lebam pada sekujur tubuhnya dan keluar darah dari mulutnya, selanjutnya Korban dipersilahkan pulang dengan mengendarai sepeda motor miliknya.

5 Setelah disuruh pulang, kemudian korban menuju ke kamar kost Linda dan saat Korban akan masuk kamar untuk istirahat, pelaku ikut masuk kamar kost Linda serta mengunci pintu dari dalam kamar kemudian mereka bertiga kembali menganiaya korban dengan cara memukul dengan tangan dan gagang sapu, menendang dan menginjak kepala korban dengan sepatu laras yang dipakainya sehingga korban berdarah pada bagian mulut dan merasa sakit pada sekujur tubuh.

Dalam kondisi lemas, Korban diguyur air dan setelah itu kembali dianiaya serta diminta untuk menjilat sepatu. Selain melakukan Penganiayaan terhadap Korban, juga Melakukan Pengrusakan HP Iphone Type 5.S dan jam tangan milik Korban seharga 1,6 jt serta mengambil dompet Korban yang berisi Uang dan surat-surat namun beberapa saat kemudian dikembalikan lagi, tetapi setelah sicek oleh Korban, uang yang ada dalam dompet semula berjumlah Rp 1.400.000,- berkurang menjadi Rp 950.000,- dan KTP Korban hilang.

Setelah menganiaya Korban, pelaku meninggalkan Korban dan mengancam “Kamu mau teriak di depan kampus sebagai pelakor atau kamu pilih mati. (D1)

You may be interested

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa
Berita, Siantar
0 shares205 views

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Baru mengakhiri jabatan nya selama lebih dari 8 Tahun sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Uli, Nama Badri Kalimantan langsung santer disebut terlibat…

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan
Berita, Jakarta
26 shares203 views

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan

REDAKSI - Jul 20, 2018

Oleh: Natalius Pigai Sudah 1 Bulan, KM Sinar Bangun yang tenggelam tanggal 18 Juni 2018 di perairan danau Toba Sumatera Utara telah meninggalkan…

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon
Berita, Siantar
46 shares390 views

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Bertempat diruang data pemko pematangsiantar, Wakil Walikota Pematangsiantar ,Togar Sitorus SE MM, melantik 23 Pejabat Eselon di jajaran pemerintah kota. Dalam amanat…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category