5 Shares 166 Views

GMKI Jakarta Desak Kongkritkan Agenda Negara Poros Maritim Dunia

Mar 03, 2018
5 167

ALS-JAKARTA

Tak bisa dibantah, pada masa peradaban kejayaan nusantara, negeri ini mengukir sejarah dengan menguasai lautannya yang luas. Bahkan seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan kerajaan yang sangat disegani sampai ke negeri Cina. Dua kerajaan itu berhasil menciptakan kelautan nusantara ini mempunyai kedaulatan dalam pertahanan keamanan dan menjadi jalur perdagangan dari kerajaan Cina sampai Eropa.

Pada masa presiden Soekarno berkuasa, dia juga bermimpi ingin mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat di kelautannya. Tegasnya, Soekarno ingin mengembalikan Indonesia kembali pada kejayaan nusantara. Pasalnya Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki garis pantau terpanjang di dunia.

Sayangnya, setelah Soekarno lengser dari kekuasaannya dan berganti ke era Soeharto, cita-cita kedaulatan laut itu pun akhirnya kandas. Singkatnya, dimasa pemerintahan orde baru, Soeharto hanya fokus pada bidang ekonomi dan memperkuat sektor pertanian, sementara potensi kelautan Indonesia terkesan terabaikan.

Masih ingat? waktu kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, salah satu jargon kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menggaungkan dirinya akan menjadikan Indonesia menjadi negara Indonesia harus menjadi “Poros Maritim Dunia”. Mungkin ide besar itu, Jokowi kembali teringat tentang kejayaan sejarah, negeri nusantara ini yang pernah sukses menguasai jalur perdagangan dan kekuatan pertahanan keamanan lautnya sampai ke wilayah Asia.

Namun sampai saat ini, gagasan poros maritim dunia masih perdebatan, apakah bisa terwujudkan atau hanya sebatas realisasi wacana. Pasalnya, saat negara-negara maju sudah mengelola kelautannya menjadi lumbung kekayaan sumber daya alam (SDA) menjadi kedaulatan pangan, pemerintahan Indonesia masih fokus pada pembangunan infrastruktur darat.

Bertempat di Gedung Yayasan Komunikasi Indonesia, Matraman 10, Jakarta Timur, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) akhirnya menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema, “Mewujudkan Kejayaan Maritim Indonesia dalam rangka mencapai Kedaulatan Pangan”. Dimana tujuan diskusi itu, untuk mengetahui sudah sejauh mana peran pemerintah mewujudkan cita-cita poros maritim dunia.

Hadir sebagai pemateri dalam diskusi publik itu, DR. Andreas Hutahaean dari Kementerian Koordinator Kemaritiman, Freude TP Hutahaean dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Herbert Marpaung selaku Koordinator Lembaga Pemantau Poros Maritim GMKI (LPPM GMKI).

Dalam kata sambutan pembuka acara diskusi publik, Ketua Cabang GMKI Jakarta Agung Tamtam, menyampaikan berharap mendapatkan gambaran yang utuh mengenai gagasan besar “Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi.

“Jangan sampai gagasan poros maritim dunia di mata aktivis mahasiswa hanya jadi wacana saja, tapi minim pelaksanaan, pungkasnya, Jumat, 2 Maret 2018.
Ia juga menekankan selama ini kita sebagai elemen pemuda tidak pernah dilibatkan dan diajak bicara oleh pemerintah mengenai bagaimana membumikan dan mewujudkan visi besar poros maritim dunia. Padahal pemuda merupakan aset Indonesia yang memiliki potensi jika dilibatkan untuk peduli terhadap kelautan Indonesia.

Dalam pemaparannya, Freude TP Hutahaean mengatakan bahwa upaya mencapai kedaulatan pangan adalah dengan mencapai kedaulatan maritim, salah satu caranya adalah menggalakkan upaya penenggelaman kapal di Era Menteri Susi Pudjiastuti. Upaya telah memberikan hasil signifikan kepada kondisi keuangan negara.

“Sektor perikanan telah memberikan sumbangan besar kepada perekonomian nasional,” katanya.

Sementara itu, Andreas Hutahaean memaparkan salah satu kendala pelestarian laut adalah banyaknya sampah plastik di lautan yang kemudian dikonsumsi oleh ikan-ikan.

“Ikan itu kemudian ditangkap dan dibawa ke pasar ikan, kemudian dikonsumsi manusia, membuat turunnya kualitas kesehatan manusia ke depan,” jelasnya.

Untuk itulah, untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia, pemerintah berkewajiban untuk merangkul pemuda. Dia beralasan, jika pemuda dilibatkan untuk mengelola potensi kekayaan laut, maka dampaknya sangat besar terhadap negara ini. Pasalnya, dia menilai sampai saat ini aktivis mahasiswa pun masih minim terhadap kepedulian kekayaan laut.

Untuk itulah, di era presiden Jokowi, pemerintah sudah berkomitmen melibatkan pemuda dan aktivis mahasiswa untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Salah satu komitmen pemerintah, saat ini terus berupaya membangun infrastruktur dibidang kelautan untuk mewujudkan negara kita menjadi poros maritim dunia,” tegasnya

Hal itu juga disampaikan Herbert Marpaung selaku koordinator Lembaga Pemantau Poros Maritim GMKI, mengatakan bahwa GMKI sesuai keputusan Kongres akan memperhatikan isu-isu tentang kelautan.

“Ini adalah upaya dari GMKI untuk turut serta dalam pelestarian Laut demi tercapainya kedaulatan pangan” jelasnya. (AH)

You may be interested

Dua Personil Polisi Terluka Diserang OTK
Berita, Nasional
0 shares25 views

Dua Personil Polisi Terluka Diserang OTK

REDAKSI - Mei 22, 2018

ALS-JAMBI Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Marosebo, Jambi diserang oleh seorang tidak dikenal yang membawa senjata tajam pada Selasa (22/5) sekira pukul 14.30 WIB.…

Dianggap Melecehkan, Anggota Dewan Ini Dipukuli 4 Orang
Berita, Hukum
0 shares85 views

Dianggap Melecehkan, Anggota Dewan Ini Dipukuli 4 Orang

REDAKSI - Mei 22, 2018

ALS-KARAWANG Berawal dari postingan meme gambar Habib Rizik Sihab dan Amien Rais yang di sebar oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Karawang dari…

Dua Pelaku Narkoba Diringkus Satres Narkoba Polres Tebing Tinggi
Berita, Tebing Tinggi
0 shares51 views

Dua Pelaku Narkoba Diringkus Satres Narkoba Polres Tebing Tinggi

REDAKSI - Mei 22, 2018

ALS-TEBINGTINGGI Personil Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tebing Tinggi berhasil menangkap dua orang pria, yang diduga merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba dari dua lokasi…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category