6 Shares 111 Views

Kesatuan Elit Majapahit Hingga Lembaga Intelijen

Mei 26, 2018
6 112

ALS-JAKARTA

“Berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki, hilang tak ada yang mencari, dan matipun tak ada yang peduli.”

Sejak jaman dahulu sampai jaman modern, keberadaan pasukan elit dipandang sangat perlu sebagai bagian dari strategi militer sebuah Negara. Biasanya bergerak dalam kelompok yang tidak terlalu besar, namun mempunyai kemampuan diatas rata-rata prajurit regular. Sejarah mencatat ada Immortals dari Persia, Mamluk dari Mesir, Jannissary dari Ottoman, atau Jaguar Warior dari Aztec. Atau yang lebih modern ada SAS, NAVY SEALS, GURKHA dan kebanggaan kita KOPASSUS.

Sejarah Nusantara juga mencatat adanya pasukan elit di kerajaan-kerajaan silam. Yang paling terkenal tentunya Bhayangkara. Kita mengenal Bhayangkara adalah pasukan elit dari Majapahit. Padahal sebelum Majapahit pasukan ini sudah ada.

Bhayangkara dibentuk oleh raja Kertanegara dari Singhasari. Naskah kuno menulis tentang Kelana Bhayangkara, yaitu pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan Bhayangkara terhadap Kertanegara.

Pada saat penyerbuan oleh Jayakatwang dari Glang-glang, Bhayangkara tidak dapat mempertahankan istana, karena kalah kekuatan. Ini merupakan blunder dari Kertanegara. Keamanan dalam negeri yang seharusnya berada di wilayah Bhayangkara terpecah, karena sebagian pasukan Bhayangkara juga dikirim ke Pamalayu. Kutaraja hancur dan Kertanegara tewas. Pasukan Bhayangkara yang tersisa dibubarkan. Dyah Wijaya (Raden Wijaya) yang menantu Kertanegara diampuni oleh jayakatwang dan diberi sebidang tanah di daerah Tarik. Mantan Bhayangkara yang loyal kepada Wijaya ikut pindah ke Tarik.

Mendengar Singhasari hancur, kerajaan vassal di Sumatera menjadi lemah. Tak heran armada Mongol dengan mudahnya masuk ke Nusantara. Bahkan beberapa kerajaan kecil di Sumatra mengirim utusan tanda takluk. Sejarah mencatat Mongol akhirnya dapat diusir oleh Wijaya, melalui taktik yang brilian. Tentunya tak lepas dari peran besar para mantan Bhayangkara. Pasukan Pamalayu (termasuk kesatuan Bhayangkara) baru sampai ke Jawa sepuluh hari setelah Mongol kalah. Saat menjadi raja Majapahit, Wijaya menghidupkan kembali kesatuan ini.

Sedikitnya catatan sejarah mengenai Bhayangkara pada masa Singasari menjadikan Bhayangkara pada masa Majapahit lebih tersohor, bukan saja karena peranan Gadjah Mada yang menjadi tampuk pimpinan pasukan, tapi juga karena Bhayangkara pada Masa Majapahit tertuang dengan jelas dalam literatur-literatur kuno, seperti Negarakertagama dan Pararaton.

 

(Begini keindahan lapang watangan luas bagaikan tak berbatas. Menteri, bangsawan, pembantu raja di Jawa, di deret paling muka. Bhayangkari tingkat tinggi berjejal menyusul di deret yang kedua……Nagarakretagama 9.2). (Sira Gajah Mada ambekel ing bhayangkara…./ Gajah Mada yang menjadi kepala pasukan bhayangkara …Pararaton 26). Kesatuan Bhayangkara sudah ada sejak zaman Singasari, sebelum Wisnuwardhana memerintah (1248-1268 Masehi).

Dalam Nagarakretagama pupuh IX pada 1 dijelaskan, bahwa sehubungan dengan mangkatnya Tohjaya di Katang Lambang pada tahun 1248 di daerah Pasuruan, maka di antara barisan pengawal yang berkewajiban menjaga keamanan kraton adalah Kesatuan Bhayangkara. Di tangan Gajah Mada, Kesatuan Bhayangkara menjadi kekuatan sipil yang sangat berpengaruh pada zamannya.sehingga keselamatan para raja dan keluarganya berada mutlak di bawah kewenangan dan tanggung jawab Kesatuan Bhayangkara. Kesatuan Bhayangkara, sebagai kekuatan sipil telah memberikan kepercayaan yang sangat kuat di hati masyarakat, sebagai pengayom dan pelindung rakyat,

semua kalangan pasti pernah mendengar tentang intelijen. Banyak orang-orang yang mengetahui intelien itu dari film-film yang diputar di televisi maupun di tulis di medsos dan dunia perfilman

Didalam benak mereka,intelijen itu memiliki pekerjaan yang beresiko, menantang, menggunakan peralatan yang canggih tetapi ada sisi “menarik” nya dari dunia intelijen tersebut. Dimana kita tahu, bahwa pekerjaan intelijen itu langsung turun kelapangan atau praktek langsung dengan keadaan yang sebenarnya.Tentu saja, seorang intelijen tersebut harus menguasai medan yang akan dihadapi dan tentu saja ilmu-ilmu pertahanan diri, dimana ilmu itu mendukung tugas dari intelijen tersebut. Disatu sisi, banyak juga masyarakat Indonesia mempunyai paradigma yang negatif kepada para intelijen yang bertugas.

Paradigma orang Indonesia ini berdampak kepada kinerja badan intelijen itu sendiri.dimana meraka dimusuhi oleh banyak orang, karena mereka beranggapan bahwa intelijen itu profesi yang negatif dan memiliki banyak resiko,serta jauh dari keluarga. Disatu sisi,badan intelijen di Indonesia banyak membantu membantu kinerja pemerintah dan aparat-aparat hukum di Indonesia.

Dimana tujuan dari intelijen tersebut seperti tercantum didalam UU no 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara adalah ”Intelijen Negara berperan melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional.”

Adapun fungsi dari intelijen tersebut di dalam UU no 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara adalah:

(1) Intelijen Negara menyelenggarakan fungsi penyelidikan, pengamanan,dan penggalangan.

(2) Penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas serangkaian upaya,pekerjaan, kegiatan,dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk mencari, menemukan, mengumpulkan,dan mengolah informasi menjadi Intelijen, serta menyajikannya sebagai bahan masukan untuk perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan.

(3) Pengamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk mencegah dan/atau melawan upaya,pekerjaan, kegiatan Intelijen,dan/atau Pihak Lawan yang merugikan kepentingan dan keamanan nasional.

(4) Penggalangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas serangkaian upaya, pekerjaan, kegiatan,dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk memengaruhi Sasaran agar menguntungkan kepentingan dan keamanan nasional.

(5) Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) harus menghormati hukum, nilai-nilai demokrasi, dan hak asasi manusia.

Wewenang yang dimiliki oleh intelijen itu sendiri adalah:

a. menyusun rencana dan kebijakan nasional di bidang Intelijen secara menyeluruh;

b. meminta bahan keterangan kepada kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, dan/atau lembaga lain sesuai dengan kepentingan dan prioritasnya;

c. melakukan kerja sama dengan Intelijen negara lain; dan

d. membentuk satuan tugas.

Para agen-agen intiligen tersebut, mengumpulkan fakta di lapangan, menganalisis fakta dan membuat kesimpulan. Dan kesimpulan tersebut dikumpul dan menjadi bahan untuk menyelesaikan suatu masalah negara.Di Indonesia,sudah ada badan eksklusif untuk menangani masalah di bidang intelijen.

Yaitu Badan Intelijen Negara (BIN). Sejarah dari  BIN ini pada awalnya terbentuk pada bulan Agustus 1945 pasca kemerdekaan Indonesia. Dimana pada saat itu di namai dengan Badan Istimewa yang dipimpin oleh Kolonel Zulkifli Lubis. Badan Istimewa menjadi cikal bakal terbentuknya BIN di Indonesia.

Badan Istimewa kemudian berubah nama menjadi Badan Koordinasi Intelijen (BKI) yang dibentuk langsung oleh Presiden Soekarno pada tanggal 5 Desember 1958 dan dipimpin oleh Kolonel Laut Pirngadi. kemudian berubah lagi menjadi BPI (Badan Pusat Intelijen) pada tanggal 10 November 1959 dan dikepalai oleh DR Soebandrio.lalu BPI berubah kembali menjadi Komando Intelijen Negara (KIN) yang dibentuk langsung oleh presiden Soeharto pada 22 Agustus 1966. lalu pada dak sampai setahun,

Soeharto kembali merubah KIN menjadi Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) pada 22 Mei 1967.dan pada akhirnya presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merubah BAKIN menjadiBadan Intelijen Negara (BIN) pada tahun2000.Sampai sekarang namanya tidak berubah dan menjadi badan intelijen satu-satuya di indonesia. Di masa sekarang yang menjadi kepala BIN terakhir kali yaitu Letnan Jenderal (TNI). Marciano Norman.

BIN masih berada dibawah badan intelijen dari negara-negara lain sepertiCIA (Central Intelegence Agency) dan FBI (Federal Bereu of Intelegency) yaitu badan intelijen dari negara Amerika Serikat. lalu ada The Security Service MI5yaitu badan intelijen dari Inggris. Masih ada Federal Security Service of Russian Federtion atau F.S.B. dari keempat badan intelijen tersebut merupakan badan intelijen yang paling kuat di dunia.

Sumber daya manusia negara kita memang kurang ahli di dalam bidang intelijen ini karena profesi ini harus mempunyai keahlian khusus dan keterampilan sebab profesi ini sangat beresiko.dari faktor-faktor ini yang menghambat badan intelijen negara Indonesia belum bisa seperti keempat badan intelijen yang telah disebutkan.

Berangkat dari situ pemerintah indonesia membangun sekolah khusus ilmu intelijen yang pertama di Indonesia yaitu Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Berawal dari satu pemikiran bahwa intelijen merupakan satu disiplin ilmu yang dapat dipelajari, maka pada 2002 Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Dr. A.M. Hendropriyono memprakarsai pendirian Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Selanjutnya pada 9 Juli 2003 Presiden RI meresmikan berdirinya STIN dan tahun 2004 dimulai kuliah perdana. Sesuai UU 17/2011 Alumni STIN menjadi sumber utama SDM BIN

Adapun tujuan didirikannya STIN adalah:

a. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat intelijen yang memiliki kemampuan akademik dan/atau keahlian professional sehingga dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu intelijen, ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni bidang intelijen.

b. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni bidang intelijen serta penerapannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan terbentuknya STIN,pemerintah indonesia berharap agar intelijen yang ditempah di sekolah khusus tersebut bisa mengaplikasikan kemampuannya di bidang intelijen untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara indonesia dan dapat berbicara banyak banyak di dunia internasional, dan bisa membawa Badan Intelijen Negar (BIN) Indonesia sejajar dengan badan intelijen dari negara lain yag sudah lebih dahulu terkenal.

Saya menulis tentang intelijen karena ada hal-hal yang menarik sehingga membuat saya terobsesi menjadi seorang intelijen,walaupun itu dari fakultas hukum bukan dari sekolah khusus yang dibuat pemerintah Indonesia. Dilain waktu saya akan megupas tuntas mengenai “ada gak sih korelasi antara dunia hukum dengan dunia intelijen” lalu “mengupas tuntas mengenai masalah BIN” dan masih banyak rencana untuk menulis tentang intelijen ini.

Persembahan terakhir,berikut daftar kepala BIN sejak awal terbentuknya BIN pada awal tahun 2000

Daftar Orang-Orang yang Pernah Mengepalai BIN :

●Jenderal (Purn). A.M. Hendropriyono (2001 – 2004, Kabinet Gotong Royong)

●Mayor Jenderal (Purn). Syamsir Siregar (8 Desember 2004 – 22 Oktober 2009, Kabinet Indonesia Bersatu I)

●  Jenderal Polisi (Purn). Sutanto (22 Oktober 2009 – 19 Oktober 2011, Kabinet Indonesia Bersatu II)

●  Letnan Jenderal (TNI). Marciano Norman (19 Oktober 2011 – Kabinet Indonesia Bersatu II) ,(Sumber di sadur dari berbagai berita).***

Dikutip melalui : www.rajawalisiber.com

You may be interested

Terkait Dugaan Pungli, Besok Kepsek SD 091522 Marubun Jaya Akan Diperiksa Team Ditkrimum Poldasu
Berita, Simalungun
0 shares25 views

Terkait Dugaan Pungli, Besok Kepsek SD 091522 Marubun Jaya Akan Diperiksa Team Ditkrimum Poldasu

REDAKSI - Jun 22, 2018

ALS-SIMALUNGUN Terkait laporan masyarakat ke Ombusman Jakarta atas adanya dugaan pungli yang di lakukan oleh oknum Kepala Sekolah SD Negri 091522 Marubun Jaya…

Rapat Kordinasi Pilgubsu 2018 di Kabupaten Simalungun
Berita, Simalungun
0 shares51 views

Rapat Kordinasi Pilgubsu 2018 di Kabupaten Simalungun

REDAKSI - Jun 22, 2018

ALS-SIMALUNGUN Pada hari ini, Jumat (22/06/2018) sekira pukul 10.00 Wib pagi tadi, telah berlangsung Rapat Koordinasi Persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun…

RS Santa Elisabet Kota Batam, Dianggap Lalai Dalam Mengurus Pasien
Berita
0 shares454 views

RS Santa Elisabet Kota Batam, Dianggap Lalai Dalam Mengurus Pasien

REDAKSI - Jun 22, 2018

ALS-BATAM Hizkia Samosir,salah seorang pasien dari Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota,kecewa terhadap pelayanan dan penindakan yang dilakukan oleh dokter yang pada saat…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category