33 Shares 753 Views

Manager PTPN IV Lempar Asbak dan Scorcing Asisten Karena Tidak Bisa Suruh Pemanen Bekerja Pada Libur Pilkada Sumut

Jul 10, 2018
33 754

ALS-SIMALUNGUN

Ada kejadian menghebohkan yang terjadi pada Kamis (28/06) yang lalu, di Kebun Unit Mayang Kabupaten Simalungun. Yang mana seorang Asisten Afdeling 3 kebun unit Mayang dilempar asbak dan diberikan sanksi scorcing oleh Manager unit kebun dikarenakan para karyawan tidak mau bekerja di hari Libur Nasional. Kejadian itu terjadi sehari setelah perayaan pilkada serentak berlangsung.

Menurut informasi yang diterima oleh media www.akarliputansumut.com pada Senin (09/07/2018) kemarin, peristiwa itu berawal dari panen angkut TBS yang tidak sesuai target sehari sebelum terjadinya tindakan scorcing yang dilakukan oleh Manager terhadap Asisten nya. Sedangkan pada hari itu diketahui merupakan hari Libur Nasional, dimana merupakan hari pemungutan suara Pilkada serentak yang berlangsung se Indonesia.

Sesuai keputusan Presiden No 14 tahun 2018, tanggal 27 juni 2018 ditetapkan sebagai Libur Nasional dimana masyarakat diberikan kebebasan dari tugas rutin untuk dapat memberikan hak suaranya pada pilkada.

Tetapi di Kebun Unit Mayang ada kebijakan dari management nya, dan di kebun tersebut bahkan tetap menargetkan produksi dan panen angkut. Karyawan di berikan waktu untuk memberikan hak pilih nya di awal (pagi) dan setelah itu harus kerja lagi untuk panen.

Sesuai data yang diterima, target panen di Afdeling 3 sebesar 55 ton. Jika usai pemilihan jam. 14.00 Wib, waktu normal kerja hanya tinggal 2 jam. Kurang bisa masuk di akal dalam waktu 2 jam bisa dilakukan panen dengan hasil 55 ton.

Jika kita melihat dari target yang ditetapkan, secara tidak langsung sama saja menyuruh karyawan kerja normal seperti hari kerja biasa sedangkan saat itu diketahui sebagai hari libur nasional.

Keesokan harinya Asisten dipanggil oleh manager. Manager mempertanyakan mengapa tidak dapat panen sesuai target. Asisten menjawab bahwa karyawan panen enggan bekerja semua, karena banyak yang memilih libur dalam hal menggunakan hak suaranya.

Namun secara tiba tiba Manager dengan marahnya seperti seseorang yang sedang kerasukan setan langsung melempar asbak tepat kearah tubuh Asisten Afdeling 3 tersebut. Saat itu terjadilah pertengkaran adu mulut tetapi dapat dilerai oleh para asisten yang juga berada di tempat.

Atas hal ini, Asisten di scorsing oleh Manager dengan alasan Indisipliner dari tanggal 29 juni hingga 31 juli 2018 dan tidak diberikan hak nya di gaji bulan Juli atas tunjangan jabatan serta tunjangan transport.

Atas info yang diterima, komandan Investigasi TOPAN RI SUMUT mencoba menemui menager. KTU setempat di hubungin untuk maksud tersebut, maka ditetapkan untuk sabtu 7 juli 2018.

Simon mengatakan bahwa maksud kedatangan dirinya ke kantor Unit Kebun Mayang karena telah dijadwalkan untuk bertemu manager setempat.

Tetapi setelah tiba di kantor, TOPAN RI Sumut hanya bisa bertemu dengan KTU, sedangkan Manager yang sudah dijadwalkan untuk bertemu malah dikatakan tidak berada di tempat.

“Kami tidak tau kenapa Manager tidak bersedia ketemu, padahal menurut KTU, Manager sendiri yang tetapkan jadwal hari Sabtu tersebut”, ucap Simon.

Atas hal ini, maka Tim Investigasi TOPAN RI Sumut akan melaporkan ke Direktur Utama PTPN IV serta juga akan melaporkan adanya dugaan upaya upaya mencegah hak pilih karyawan pada Pilkada Sumatera Utara. Padahal sangat jelas Presiden telah menetapkan pada hari itu sebagai hari Libur Nasional, kenapa pihak management malah menekan kan kepada para karyawan agar bekerja dan memberikan target panen seperti hari kerja biasa?

“Itu kan sama saja tidak meliburkan dan bisa diduga bahwa Manager telah mengabaikan Keputusan Presiden No 14 Tahun 2018, serta ada dugaan Intervensi dalam pelaksanaan masa karyawan untuk menggunakan hak pilihnya”, tambah Simon.

Juga atas hal ini, TOPAN RI Sumut akan meminta kepada Direktur Utama (Dirut) PTPN IV untuk dapat bertindak tegas terutama menyikapi sikap dan perbuatan dari Manager Kebun Unit Mayang yang terkesan sangat arogan. Sebab ini bukan hanya prihal internt, tapi menyangkut Kepres serta hak hak warga negara. (ALS)

You may be interested

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa
Berita, Siantar
36 shares235 views

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Baru mengakhiri jabatan nya selama lebih dari 8 Tahun sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Uli, Nama Badri Kalimantan langsung santer disebut terlibat…

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan
Berita, Jakarta
26 shares221 views

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan

REDAKSI - Jul 20, 2018

Oleh: Natalius Pigai Sudah 1 Bulan, KM Sinar Bangun yang tenggelam tanggal 18 Juni 2018 di perairan danau Toba Sumatera Utara telah meninggalkan…

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon
Berita, Siantar
46 shares410 views

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Bertempat diruang data pemko pematangsiantar, Wakil Walikota Pematangsiantar ,Togar Sitorus SE MM, melantik 23 Pejabat Eselon di jajaran pemerintah kota. Dalam amanat…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category