155 Shares 1495 Views

RS Santa Elisabeth Batam Kota Diduga Pekerjakan Dokter Yang Tidak Profesional

Jun 23, 2018
155 1496

ALS-BATAM

Pada kasus yang menimpa Hizkia Samosir, Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Batam Kota diduga sudah mempekerjakan dokter yang tidak profesional pada tempatnya.

Hal ini terlihat dari betapa kecewanya keluarga Hizkia Samosir terhadap pelayanan dan penindakan yang dilakukan oleh dokter yang menangani Hizkia, Sabtu (23/06/2018).

Kisah ini bermula dari masuknya Hizkia Samosir ke Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Batam Kota pada Minggu (03/06) yang lalu karena telah menjadi korban Laka lantas. Luka yang dialami Hizkia terbilang sangat serius sehingga harus diambil tindakan operasi oleh dokter. Jari jempol dan jari manis Hizkia patah tulang dan harus dipasang alat bantu berupa pen.

Getce, orang tua Hizkia mengatakan saat itu sekitar pukul 17.40 Wib, dokter Hendra Gunawan keluar dari ruang operasi dan menerangkan kalau hasilnya menghitam harus segera diamputasi. Lalu dokter tersebut pun berkata akan segera melakukan chek ulang terhadap Hizkia di keesokan harinya.

“Besok kita akan lakukan chek up ulang lagi”, ucap Getce menirukan perkataan dokter Hendra Gunawan.

Setelah keesokan harinya, (04/06), ternyata dokter Hendra Gunawan tidaklah datang serta tidak ada penanganan serius dari dokter RS Santa Elisabeth Batam Kota terhadap Hizkia di hari itu. Tetapi pada keesokan harinya (05/06), sekira pukul 20.00 Wib, Hizkia baru di tangani.

Pasca operasi, ternyata jari jempol dan jari manis kaki Hizkia telah berubah menjadi hitam. Uniknya, dokter malah menyarankan Hizkia sudah boleh pulang.

Namun pada hari Jumat (08/06) yang lalu, Hizkia kembali di bawa oleh keluarganya ke Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Batam Kota untuk kontrol ulang. Hasil yang di dengar ternyata sangat mengejutkan pihak keluarga karena luka dikakinya sudah bau busuk dan menghitam.

Saat pihak keluarga bertanya, dokter Hendra Gunawan malah berkilah dan berkata bahwa masih ada tulang yang tertinggal, dan itulah yang menyebabkan bau busuk.

Orang tua Hizkia bersama keluarga lainnya merasa sangat kecewa atas jawaban dari dokter Hendra Gunawan tersebut. “Kenapa dokter bisa begitu pekerjaan nya di dalam menangani Hizkia”, ungkap Getce ibu dari Hizkia.

Dokter Sahat Sianturi yang diketahui sebagai Humas Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Batam Kota, kepada wartawan mengatakan bahwa persoalan tersebut akan segera di pertanyakan kepada dokter Hendra Gunawan dan akan di lanjutkan kepada Direktur Utama Rumah Sakit.

“Ya kita akan segera pertanyakan kepada dokter yang bersangkutan yaitu dokter Hendra Gunawan. Setelah itu kita akan berikan klarifikasi kembali setelah ada petunjuk dari pihak management”, ucap dokter Sahat Sianturi.

Willy Sidauruk SH, salah seorang pakar hukum yang di minta tanggapan nya mengenai hal tersebut, kepada media ALS pada, Sabtu (23/06/2018) mengatakan, sangatlah menyanyangkan sikap dari dokter Hendra Gunawan yang terbilang tidak profesional terhadap penanganan pasien nya. Seharusnya dokter tersebut penuh dengan ketelitian serta kearifan disaaat melakukan operasi terhadap Hizkia, agar tidak menimbulkan masalah setelah operasi dinyatakan selesai.

“Klo menurut saya dokter Hendra Gunawan itu tidaklah profesional, seharusnya dia penuh ketelitian disaat melakukan operasi terhadap Hizkia, agar tidak ada timbul persoalan setelah operasi dinyatakan selesai”, ucapnya.

Willy juga menambahkan, akibat dari perbuatan dari dokter Hendra Gunawan yang terbilang tidak profesional tersebut, pihak keluarga merasa sangat di rugikan. Dan hal ini sangat membahayakan reputasi dokter Hendra Gunawa ke depannya.

“Ya sangat jelas terlihat, jika hal ini tidak segera di selesaikan dengan baik, ini bisa membahayakan reputasi dokter Hendra Gunawan ke depannya”, tutup Willy. (Red)

You may be interested

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa
Berita, Siantar
36 shares231 views

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Baru mengakhiri jabatan nya selama lebih dari 8 Tahun sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Uli, Nama Badri Kalimantan langsung santer disebut terlibat…

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan
Berita, Jakarta
26 shares219 views

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan

REDAKSI - Jul 20, 2018

Oleh: Natalius Pigai Sudah 1 Bulan, KM Sinar Bangun yang tenggelam tanggal 18 Juni 2018 di perairan danau Toba Sumatera Utara telah meninggalkan…

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon
Berita, Siantar
46 shares408 views

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Bertempat diruang data pemko pematangsiantar, Wakil Walikota Pematangsiantar ,Togar Sitorus SE MM, melantik 23 Pejabat Eselon di jajaran pemerintah kota. Dalam amanat…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category