16 Shares 613 Views

Sebelum Tewas, LPSK Sudah Tawarkan Perlindungan Kepada Johanes Marliem

Agu 15, 2017
16 614

ALS | Jakarta – Sebelum tewas, saksi kunci kasus dugaan korupsi E-KTP yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanes Marliem, telah pernah ditawarkan perlindungan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal itu dikatakan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Haris Semendawai, pada jumpa pers yang digelar, Selasa (15/8/2017) di kawasan Jakarta Timur.

Tawaran perlindungan diajukan, begitu LPSK mengetahui Johanes Marliem bersedia menjadi saksi kunci perkara korupsi E-KTP, melalui pemberitaan di media. Tawaran disampaikan LPSK secara langsung.

“Tepatnya, pada tanggal 28 Juli lalu, kami sudah menawarkan perlindungan kepada Johanes Marliem. Alasan penawaran perlindungan itu, karena dia (Johanes Marliem) mengatakan bersedia menjadi saksi. Alasan dia mau menjadi saksi karena mempunyai rekaman yang diduga melibatkan pihak-pihak tertentu,” ujar Haris Semendawai.

Haris menegaskan, tawaran perlindungan diajukan, mengingat, menjadi saksi kunci dalam perkara korupsi E-KTP, sangat rentan terhadap ancaman fisik, dan bahkan ancaman nyawa.

Hanya saja, belum lagi perlindungan dilakukan LPSK, Johanes Marlien telah meninggal dunia di Amerika Serikat, berapa hari lalu. Sampai saat ini, kabar kematian Johanes masih simpang siur. Apalagi, ditemukan luka tembak ditubuh Johanes. Pun begitu, ia diduga bunuh diri.

Dijelaskan, perlindungan tidak dapat diberikan secara langsung, dikatakan Haris, hal itu karena, untuk memberikan jaminan perlindungan, harus melalui prosedur. Apalagi, disaat tawaran diajukan, Johanes tidak cepat merespon, dengan mengajukan permohonan perlindungan saksi.

“Sementara, sesuai prosedur atau undang undang, LPSK tidak bisa memberikan perlindungan kepada saksi, selama tidak ada permohonan dari pelapor, saksi dan korban. Kami bisa memberikan perlindungan, kalau ada pengajuan permohonan perlindungan dulu, termasuk permohonan perlindungan dari Johanes Marlien belum ada kami terima. Padahal kami sudah menawarkan sejak awal, ” kata Haris. (Andre)

Editor : M Gunawan Purba

You may be interested

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa
Berita, Siantar
0 shares205 views

Mantan Dirut PDAM dan Kepala BPBD Harus Diperiksa

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Baru mengakhiri jabatan nya selama lebih dari 8 Tahun sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Uli, Nama Badri Kalimantan langsung santer disebut terlibat…

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan
Berita, Jakarta
0 shares201 views

164 Mayat Terkatung di Danau Toba, Presiden Harus Turun Tangan

REDAKSI - Jul 20, 2018

Oleh: Natalius Pigai Sudah 1 Bulan, KM Sinar Bangun yang tenggelam tanggal 18 Juni 2018 di perairan danau Toba Sumatera Utara telah meninggalkan…

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon
Berita, Siantar
46 shares390 views

Wakil Walikota Siantar Lantik 23 Pejabat Eselon

REDAKSI - Jul 20, 2018

ALS-SIANTAR Bertempat diruang data pemko pematangsiantar, Wakil Walikota Pematangsiantar ,Togar Sitorus SE MM, melantik 23 Pejabat Eselon di jajaran pemerintah kota. Dalam amanat…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category