17 Shares 256 Views

Terkait Sidang I-EU CEPA, Pemerintah Harus Transparan

Feb 22, 2018
17 257

ALS-JAKARTA

Tepatnya, dari tanggal 19 sampai 23 Februari 2018, pemerintah sedang melaksanakan agenda siding perjanjian dan perundingan perdagangan negara Uni Eropa yang dikenal I-EU CEPA, putaran ke 4, di Surakarta, Solo di Hotel Alila. Dalam keterangan pers yang disampaikan ke awak media, Koalisi Masyarakat Sipil dan perwakilan masyarakat sipil dari negara-negara Eropa yang juga hadir dalam agenda tersebut mendesak agar pemerintah Indonesia dan perwakilan negara-negara Uni Eropa mau mendengar aspirasi mereka.

Hal itu disampaikan Sulistri, Deputy Program DEN Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) salah satu dari perwakilan tim perunding Koalisi Masyarakat Sipil. dia menegaskan agar sidang I-EU CEPA yang sedang berjalan, bisa menerima aspirasi isu-isu kerusakan lingkungan, ketenagakerjaan dan persoalan digitalisasi.

“Salah satunya, kami menekankan perundingan dan perjanjian I-EU-CEPA, nantinya harus menghormati undang-undang ketenagakerjaan di Indonesia, hak-hak buruh sesuai standar perburuhan internasional (ILO),” ucapnya, 22 Februari 2018.
Dia juga menegaskan pemerintah Indonesia harus bersikap transparan dan punya posisi tawar yang kuat terhadap proses perundingan dan perjanjian I-EU-CEPA yang sedang berjalan. Terutama dalam pembahasan aspek hukum dan penegakan hukum yang selama ini masih terkesan sangat lemah, sehingga dampaknya banyak tidak menguntungkan masyarakat.

“Kami minta pemerintah bersikap transparan saja, jangan terkesan tertutup, karena masyarakat juga juga sudah kritis terhadap isu-isu global. Pemerintah Indonesia juga ada baiknya belajar bersikap transparan seperti di negara-negara Eropa. Karena sikap transparan merupakan proses pendidikan yang harus direalisasikan,” tandasnya.

Tegasnya, Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti dan mengkritisi 2 pasal, terkait perjanjian dagang I-EU-CEPA terkait ISDS atau mekanisme penyelesaian sengketa dan TSD atau pembangunan berkelanjutan. Pasalnya, 2 pasal perjanjian perdagangan itu mencakup banyak isu lingkungan dan ketenagakerjaan termasuk juga aturan perdagangan Kelapa sawit. Khususnya, perjanjian perdagangan Kelapa Sawit yang saat ini menjadi sorotan dunia, karena Indonesia negara penghasil Kelapa Sawit ketiga di dunia dan tujuan ekspornya negara-negara Uni Eropa.

“Namun fakta yang terjadi di lapangan, banyak perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia justru melahirkan persoalan ditengah masyarakat. Seperti konflik dan perampasan tanah masyarakat adat, kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM, pemberangusan kebebasan serikat buruh,” bebernya.

Sementara itu dalam keterangan pers Humas Kemendag yang disampaikan kepada media pers, melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo, menyampaikan perundingan yang sedang berjalan dari perwakilan instansi pemerintah. Untuk Ketua Juru Runding Uni Eropa adalah Helena König, Director for Asia and Latin Amerika, Directorate General for Trade, European Commission. Perundingan itu akan mencakup semua isu runding yang telah disepakati.

“Termasuk perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, persaingan usaha, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, UMKM, perdagangan barang dan jasa pemerintah, karantina, aturan standar, mekanisme penyelesaian sengketa, serta kerja sama dan pengembangan kapasitas. Khusus pada putaran ke-4 ini, Indonesia akan mengintensifkan perundingan akses pasar dan pembahasan naskah perjanjian,” ucapnya.

Dia juga menilai siding yang berlangsung kali ini sangat penting untuk mendorong perundingan memasuki tahapan substansial. Baik untuk perundingan akses pasar khususnya perdagangan barang dan jasa, serta perundingan teks. intinya, pihak pemerintah mengatakan perundingan I-EU CEPA akan menjadi perundingan yang paling ambisius yang pernah dilakukan Indonesia, di mana Indonesia dan EU menargetkan eliminasi tarif bea masuk untuk lebih dari 90% pos tarif.

“Perundingan I-EU CEPA merupakan perundingan bilateral terluas dan terdalam yang pernah dijalani Indonesia, karena kedua pihak sepakat untuk mewujudkan sebuah perjanjian yang modern dan komprehesif. Tidak saja menempatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa ke tingkatan lebih tinggi, tetapi juga mengikat kedua ekonomi ke dalam mata rantai nilai yang saling menguntungkan untuk memasuki pasar ketiga,” jelasnya.

Di sela-sela perundingan, kedua pihak akan melakukan audiensi dengan perwakilan dunia usaha dan industri, di samping sesi khusus dengan LSM dan serikat buruh. Intinya, dia menyampaikan Sebuah perjanjian perdagangan harus memberi manfaat kepada sebanyak-banyaknya pemangku kepentingan, baik dari kalangan dunia usaha maupun masyarakat madani. Oleh sebab itu, komunikasi harus terus dilakukan dan masukan serta kekuatiran mereka harus mendapat perhatian,” tutupnya.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil seperti KSBSI, Walhi, IGJ, KRUHA, Sawit Watch, Labor Institute Indonesia, KNTI, KIARA, Bina Desa, SPI dan 20 sektor lainnya bersama perwakilan masyarakat Eropa melakukan agenda Asia-Europe People Forum di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu membahas dan memberikan saran dan kritikan dalam agenda sidang I-EU-CEPA yang berjalan di Solo. (AH)

You may be interested

Kemendag Wajibkan Pencantuman Label Pada Kemasan Beras Untuk Lindungi Konsumen
Berita, Jakarta
0 shares9 views

Kemendag Wajibkan Pencantuman Label Pada Kemasan Beras Untuk Lindungi Konsumen

REDAKSI - Agu 20, 2018

ALS-JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemdag) terus berupaya melindungi konsumen khususnya konsumen beras. Salah satunya dengan mewajibkan pencatuman label pada kemasan beras. Hal ini tertuang…

Tentara Pembebasan Nasional OPM Tembak dan Panah Dua Prajurit TNI
Berita, Nasional
0 shares11 views

Tentara Pembebasan Nasional OPM Tembak dan Panah Dua Prajurit TNI

REDAKSI - Agu 20, 2018

ALS-IRIAN JAYA Kelompok Bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka kembali beraksi dengan melakukan pembunuhan terhadap anggota TNI pada Minggu (19/07/2018) kemarin di…

Dua Anggota TNI Tewas Ditembak Disaat Mengangkut Makanan Yang Akan Dibagikan Untuk Anak-Anak
Berita, Peristiwa
0 shares21 views

Dua Anggota TNI Tewas Ditembak Disaat Mengangkut Makanan Yang Akan Dibagikan Untuk Anak-Anak

REDAKSI - Agu 20, 2018

ALS-JAYAPURA Dua anggota TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) tewas ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Dua prajurit itu…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most from this category