19 Shares 224 Views

Tuntutan Buruh : Investor Multinasional Harus Patuh UU Ketenagakerjaan

Feb 21, 2018
19 225

ALS-JAKARTA

Dalam waktu dekat ini, pemerintah Indonesia akan melakukan pertemuan agenda perundingan dan perjanjian perdagangan EU-Indonesia (Comprehensive Economic Partnership Agreement-CEPA) putaran ke 4, yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah pada 19-23 Pebruari 2017.Menyikapi agenda itu, Koalisi Masyarakat Sipil, dari organisasi KSBSI, IGJ, Walhi, KRUHA, Sawit Watch, Labor Institute Indonesia, KNTI, KIARA, Bina Desa, SPI dan sektor lainnya melakukan konsolidasi dan diskusi untuk memberikan sikap dan saran kepada tim perunding CEPA UE-Indonesia nanti.

Agenda diskusi itu membahas seperti isu dampak pembangunan terhadap lingkungan seperti perkebunan Kelapa Sawit, buruh, nelayan, digitalisasi dan lainnya. Salah satunya, dalam acara diskusi itu, Sulistri, Deputi Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang didampingi Nichole Mathot dari CNV International, menyoroti dilema buruh Indonesia yang bekerja perkebunan Kelapa Sawit. Hematnya, dia menyampaikan masih banyak perusahaan perkebunan Kelapa Sawit yang masih banyak mengabaikan hak dan kesejahteraan buruh formal dan informal selama mereka bekerja.

“Mereka tidak di ikut sertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan membayar upah layak terhadap buruh formal dan informal,” ujarnya, di Universitas Indonesia (UI), Jakarta Pusat, 20 Februari 2018.

Padahal, Indonesia sudah meratifikasi 8 konvensi dasar ILO dan Konvensi no. 144 tentang Konsultasi Tripartit atau dialog antara perwakilan pemerintah, serikat buruh dan pengusaha. Namun fakta yang terjadi, Konvensi ILO 144 masih belum sesuai dengan realitasnya.

Selain itu, KSBSI telah beraudiensi dengan Kementerian Perdagangan untuk menyampaikan rekomendasi KSBSI terhadap CEPA tahun lalu. Dalam pertemuan itu membahas agar isi CEPA tidak mengurangi isi dan makna peraturan perundangan yg melindungi buruh yang sudah ada di Indonesia, CEPA harus memiliki mekanisme pengawasan yang jelas yang melibatkan SP/SB dan CSO, proses perundingan transparan dan melakukan konsultasi dengan stakeholder.

“Kami berharap dalam agenda CEPA nanti, pemerintah dan pimpinan negara Eropa yang hadir di agenda CEPA juga bisa menerima saran yang kami rekomendasikan. Jika ada investor multi nasional yang berbisnis di Indonesia, harus mengikuti peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Berpihak pada hak kesejahteraan buruh dan juga tidak mengekang kebebasan berserikat,” pungkasnya.

Sulistri juga menyampaikan dilema buruh dalam perkebunan Kelapa Sawit masih sulit diselesaikan dalam kampanye advokasi. Intinya, dia menekankan pemerintah dan negara-negara yang melakukan perundingan perdagangan harus transparan. Pasalnya, selama ini masyarakat sangat minim mengetahui perkembangan perjanjian CEPA, bahkan Sulistri menilai Kementerian Perdagangan terkesan diam-diam melakukan agenda CEPA selama ini.

“Masyarakat berhak untuk mengetahuinya agar bisa memberikan saran dan kritik selama proses perundingan dan perjanjian agenda CEPA berjalan.
Intinya, KSBSI bersama kelompok gerakan sosial lainnya akan terus melakukan negosiasi dan mempengaruhi pemerintah dan delegasi negara-negara Eropa agar aspirasi mereka diterima. Sulistri mengatakan agenda CEPA yang sedang berjalan tidak mungkin bisa dihentikan.

“Satu-satunya yang harus kita lakukan adalah melakukan negoisasi dan mempengaruhi agar aspirasi kita bisa diterima. Kami minta pemerintah juga harus bersikap transparan, karena selama ini proses agenda CEPA terkesan tertutup,” tutup Sulistri. (AH)

You may be interested

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja
Berita, Simalungun
0 shares15 views

Urus Berkas, Warga Jumpai Camat Haranggaol di Rumah Saat Jam Kerja

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-HARANGGAOL Perilaku tidak terpuji ditunjukan Camat Haranggaol kepada Warga Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun l Hal itu Terlihat, saat warga ingin mengurus Surat keterangan…

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas
Berita, Simalungun
0 shares9 views

Wah Gawat..!! Oknum Pekerja Perbaikan Jalan Simarjarunjung Jualan Aspal Bekas

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-SIMALUNGUN ATAS Pekerja proyek perbaikan jalan (tambal sulam) Jalan Lintas Negara tepatnya di Jalan Simarjarungjung Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara memperjual…

Korban Penyerangan Dijaga Ketat
Berita, Peristiwa
0 shares13 views

Korban Penyerangan Dijaga Ketat

REDAKSI - Mei 23, 2018

ALS-JAMBI Meski kondisi dua korban anggota polisi, yakni Aiptu HSP Manalu dan Bripka Sangap Sinambunan sudah mulai sadar akibat penyerangan di Rumah Sakit…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category